Rabu, 28 Oktober 2026 Media informasi Nusantara
Sorot Nuswantoro SOROT NUSWANTOROBerita dekat, informasi berimbang
← Kembali ke berita Kalimanah,Purbalingga

Di duga Kasus DBD meningkat di Desa Kedungwuluh

Sorot Nuswantoro · 20 Desember 2024 · 102.784 dibaca

 

Demam berdarah dengue ( DBD ) merupakan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan sangat identik dengan musim penghujan, hal ini dikarenakan  musim hujan akan membuat genangan – genangan air yang menyebabkan nyamuk berkembang biak dengan sangat baik. Banyaknya kasus DBD di Desa Kedungwuluh saat ini menjadikan Puskesmas Kalimanah menetapkan Kedungwuluh KLB ( Kejadian Luar Biasa ) DB . Akibatnya warga mulai  resah, selama 2 minggu ada beberapa kasus DBD yang mengharuskan warga di rawat di Puskesmas dan rumah sakit. Beberapa anggota keluarga dalam 3  rumah di salah satu RT di Desa Kedungwuluh mengalami demam tinggi selama beberapa hari. Dari pihak rumah sakit dan Puskesmas melakukan pengecekan darah dan menyatakan bahwa mereka terinveksi virus DBD. 

Keresahan warga terkait kasus ini menyebabkan salah satu warga meminta kepada Pemerintah Desa untuk di lakukan fogging, namun dari pihak Desa tidak menyarankan hal itu dilakukan karena  akan berdampak pada lingkungan. Fogging sangat tidak efektif karena  dilakukan melalui pengasapan dengan bahan insektisida  dan menyebabkan tertinggalnya residu pada lingkungan, keracunan dan lainnya. Namun faktanya tindakan ini hanya membunuh nyamuk dewasa saja tidak untuk  larva, telur, maupun jentik nyamuk . 

Jumat 20 Desember 2024 Pemerintah desa  Kedungwuluh bersama kader kesehatan dan tim dari Puskesmas Kalimanah melakukan PJB ( Pemantauan Jentik Berkala ) di lingkungan yang suspect DB serta memberikan edukasi dan sosialisasi pengendalian DBD kepada masyarakat untuk lebih memprioritaskan Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) dilingkungan masing-masing secara rutin.

Dalam kegiatan PJB ini,Tyas Petugas Puskesmas Kalimanah mengingatkan untuk selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan dari gempuran nyamuk yang mungkin bisa sampai di akhir tahun bahkan sampai bulan Maret tahun 2025. Beliau juga menyampaikan terkait salah satu rumah yang menjadi sorotan media kami beberapa waktu lalu, terdapat banyak ban- ban bekas  yang menjadikan sarang nyamuk untuk diberikan edukasi. Ibu Muslihati selaku  Ketua Penggerak PKK di Desa Kedungwuluh juga menjelaskan memang sudah diberikan edukasi melalui pendekatan khusus kepada pemilik rumah tersebut ,namun karena sesuatu hal membuat Pemerintah Desa harus sangat hati-hati dalam memberikan edukasi.

Diskusi pembaca

Tinggalkan komentar