Rabu, 28 Oktober 2026 Media informasi Nusantara
Sorot Nuswantoro SOROT NUSWANTOROBerita dekat, informasi berimbang
← Kembali ke berita Jawa Timur

PRABU SRI AJI JAYABAYA

Sorot Nuswantoro · 20 April 2026 · 35.202 dibaca

Prabu Jaya Baya adalah Raja ketiga Kerajaan Panjalu /  Kediri, beliau adalah putra dari Prabu Kameswara Salakabhuwanatustikirana Sarwaniwaryawirya Parakramadigdayo Tunggadewa, cucu dari Prabu Sri Jayawarsa (pendiri Panjalu), cicit dari Prabu Airlangga (raja tunggal Medang Kahuripan) abad ke-10 M.

Beliau dilahirkan di Kerajaan Panjalu yang lebih dikenal dengan Kerajaan Kediri pada abad ke-12 Masehi.

Gelar lengkap Prabu jayabaya adalah 

 " Prabhu Shri Maharaja Srhri Warmmeswara Madhusudana Wataranindita Parakrama Digdayo Ttunggadewanama Adji Djayabhaya Lancana "

Menurut Serat Pranitiradya dan Serat Pranitiwakya, Prabu  Jayabaya merupakan Raja ke-3 Kerajaan Kediri dan memerintah selama 24 tahun yakni dari tahun 1135-1159.

Selama masa pemerintahannya, Prabu Jaya Baya dikenal sebagai seorang raja yang sangat bijaksana dan berperan penting dalam mengembangkan kerajaannya.

Beliau membangun banyak infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan bendungan, yang membantu meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.

Prabhu Jayabaya dikenal sebagai Raja yang titis ( tepat ) dalam memandang keadaan Tanah Jawa pada beberapa ratus tahun yang akan datang. 

Permaisuri Prabhu Jayabaya  bernama Dewi Sara. Memiliki Putra Putri sbb:

1. Jaya Hamijaya, 

2. Dewi Pramesti, 

3. Dewi Pramuni, dan 

4. Dewi Sasanti.

Dari Jaya Hamijaya menurunkan raja-raja Tanah Jawa, bahkan sampai Majapahit dan Mataram Islam. 

Sedangkan Dewi Pramesti menikah dengan Astradarma raja Yawastina, melahirkan Anglingdarma raja Malawapati.

Prabu Jayabhaya turun takhta pada usia sepuh / tua . Beliau dikisahkan moksha di desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Tempat petilasannya tersebut dikeramatkan oleh penduduk setempat dan masih ramai dikunjungi sampai sekarang. 

Sri Aji Jayabaya  

Titik pamoksan atau tempat semedi sang raja hingga akhirnya moksa (Loka Moksa),  

Tempat sang raja melukar busana (Loka Busana),  

Lokasi sang raja menanggalkan mahkota (Loka Makuta) dan 

Sendang tirta kamandanu yang berjarak kira-kira 500 meter dari pusara pamoksan .

Sanggar Pamoksan Sri Adji Djayabaya bertempat di daerah desa Pamenang ,kec Pagu ,kab Kediri ,Jatim ,Indonesia.

Diskusi pembaca

Tinggalkan komentar