Wamenko Pangan Resmikan Pirolisis Di Kendal, 1,5 Ton Sampah Diubah Jadi 15 Ribu Liter Pertasol

Wamenko Pangan Resmikan Pirolisis Di Kendal, 1,5 Ton Sampah Diubah Jad
12-Jun-2026 | sorotnuswantoro Kendal , Jawa Tengah

KENDAL – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, meresmikan teknologi Pirolisis Multi Kondensor Generasi 5.0 di TPS3R Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Kamis (11/6/2026). Teknologi hasil kolaborasi Pertamina Foundation dan BRIN tersebut mampu mengolah 1,5 ton sampah plastik menjadi sekitar 15 ribu liter bahan bakar alternatif bernama Pertasol.

Peluncuran teknologi pirolisis ini menjadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan energi berbasis masyarakat. Program tersebut melibatkan kelompok bank sampah dan warga desa dalam pengumpulan serta pengolahan sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.

Dalam sambutannya, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kalau Kabupaten Kendal dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa, maka produksi sampah hariannya mencapai sekitar 437 ton per hari. Ini persoalan serius yang harus kita tangani bersama. Sampah bukan hanya tugas bupati, tetapi menjadi kewajiban personal dan kewajiban kolektif seluruh masyarakat,” ujar Hanif.

Ia menyebut keberhasilan pengelolaan sampah tidak ditentukan oleh teknologi semata. Faktor terpenting adalah manajemen yang baik serta komitmen masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Secanggih apa pun teknologi yang dihadirkan, jika manajemennya tidak disepakati dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka program ini akan terlantar. Karena itu, peran masyarakat menjadi faktor paling penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah,” katanya.

Hanif menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, sekitar 60 persen komposisi sampah berasal dari sampah organik, sedangkan sekitar 23 persen berupa sampah plastik. Sampah plastik menjadi perhatian serius karena sulit terurai dan sering mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Melalui teknologi Pirolisis Multi Kondensor Generasi 5.0, sampah plastik bernilai rendah yang selama ini sulit dimanfaatkan dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif. Teknologi tersebut disebut mampu menghasilkan konversi yang tinggi, sehingga memberikan nilai tambah dari limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi.

“Ini merupakan inovasi yang sangat berarti. Dari satu kilogram sampah plastik dapat dihasilkan hampir satu liter Pertasol. Ini capaian luar biasa hasil kolaborasi BRIN dan Pertamina Foundation,” ungkapnya.

Meski demikian, Hanif mengingatkan agar pengoperasian teknologi pirolisis tetap memperhatikan aspek lingkungan, terutama terkait pengelolaan gas hasil proses pirolisis dan residu yang dihasilkan. Pengawasan yang baik diperlukan agar teknologi tersebut tetap aman bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi hadirnya teknologi pengolahan sampah di Desa Margorejo. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi solusi untuk mengurangi volume sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi alternatif di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Kendal mendukung penuh inovasi pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kami berharap program ini dapat direplikasi di wilayah lain sehingga mampu mengurangi beban sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” kata Dyah.

Kepala Desa Margorejo, Suyoto, menyatakan masyarakat siap mendukung keberlanjutan program pengelolaan sampah tersebut. Ia berharap teknologi pirolisis tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang melalui pendampingan dari berbagai pihak.

“Mulai hari ini, bulan ini, dan tahun ini kami siap melawan yang namanya sampah. Sampah harus kita ubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap program ini tidak hanya seremonial, tetapi terus mendapatkan pendampingan sehingga benar-benar berkelanjutan,” ujarnya.

Suyoto juga berharap Desa Margorejo dapat menjadi desa binaan Pertamina Foundation agar pengelolaan sampah dan pengembangan teknologi pirolisis dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, hasil pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif berpotensi membantu kebutuhan energi masyarakat, terutama petani dan nelayan.

“Kalau kita semua berkomitmen, saya yakin persoalan sampah bisa diatasi. Harapan kami, teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga mendukung ketahanan energi bagi petani dan nelayan sehingga desa dapat semakin mandiri,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, jajaran Forkopimda Kendal, Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, perwakilan BRIN, camat, kepala desa, serta kelompok masyarakat pengelola bank sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kendal.

Tags