Merasa Kecolongan, Tpm P3a Cipta Abadi Bongkar Bangunan Irigasi Yang Tidak Sesuai Spesifikasi

Merasa Kecolongan, Tpm P3a Cipta Abadi Bongkar Bangunan Irigasi Yang T
05-Jul-2026 | sorotnuswantoro LEBAK,Banten

Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Kelompok P3A Cipta Abadi, Desa Cibungur, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, membongkar sekitar 20 meter pasangan batu pada pembangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Pembongkaran dilakukan setelah ditemukan pemasangan batu yang tidak mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis), serta tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

"Saya selama dua hari tidak berada di lokasi karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Saat saya tidak berada di lokasi, pekerjaan pasangan batu dimulai tanpa pengawasan. Dari situlah terjadi kesalahan yang kemudian diberitakan oleh rekan-rekan wartawan," kata Mepi di lokasi pembangunan irigasi.

Mepi mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan pekerjaan. Ia mengatakan bahwa temuan tersebut telah ditindaklanjuti dengan pembongkaran dan perbaikan agar hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis.

"Saat ini sedang dilakukan perbaikan. Sekitar 21 meter pasangan batu yang tidak memenuhi standar dibongkar. Pasangan batu yang dikerjakan kembali dipastikan sesuai dengan spesifikasi teknis," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok P3A Cipta Abadi, Jupran, mengaku belum begitu memahami teknik pemasangan batu pada konstruksi bangunan. Ia menyebut kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga agar ke depan pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai standar.

"Ini menjadi pelajaran bagi saya. Ke depan, saya akan menjadikannya sebagai pedoman agar pemasangan batu belah dilakukan dengan benar dan sesuai spesifikasi," kata Jupran.

Ketua DPAC Badak Banten Perjuangan Kecamatan Cijaku–Cigemblong, Yuda, turut meninjau langsung lokasi pembangunan P3-TGAI Kelompok P3A Cipta Abadi di Desa Cibungur dan P3A Sinar Ratu Tani di Desa Cikaratuan, Kecamatan Cigemblong.

Menurut Yuda, pembangunan irigasi masih berada pada tahap pelaksanaan. Temuan di lapangan telah ditindaklanjuti dengan pembongkaran dan perbaikan agar hasil akhir sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

"Penggalian tanah dilakukan untuk menyesuaikan elevasi lantai agar air tidak menggenang. Pada hasil akhirnya, tinggi bangunan tetap mencapai 60 sentimeter, dengan kedalaman galian 20 sentimeter dan tinggi bangunan 40 sentimeter," jelas Yuda.

Ia menambahkan bahwa setiap pekerjaan konstruksi yang masih berlangsung harus terus diawasi. Apabila ditemukan bagian yang belum sesuai spesifikasi, maka wajib segera diperbaiki sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

"Pekerjaan ini masih dalam proses. Temuan yang ada telah ditindaklanjuti dengan pembongkaran dan perbaikan pada bagian yang belum sesuai. Harapannya, saat pekerjaan selesai seluruh hasilnya sudah memenuhi spesifikasi teknis dan dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik," ujar Yuda.

Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang akrab disapa King Badak, meminta Ketua P3A dan TPM agar bekerja secara maksimal sehingga pelaksanaan Program P3-TGAI berjalan lancar dan menghasilkan bangunan yang berkualitas.

Selain itu, ia juga mengajak insan media dan lembaga pengawas untuk menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan tugas pokok serta fungsinya.

"Mari kita jalankan fungsi pengawasan dengan baik dan benar. Jaga marwah profesi agar tidak tercoreng akibat pelaksanaan pengawasan yang menyimpang dari tugas pokok dan fungsi," ujar Eli Sahroni.

Dengan revisi ini, isi berita menjadi lebih berimbang. Pengakuan Mepi mengenai kelalaian tetap dimuat, sementara penjelasan Yuda difokuskan pada proses perbaikan tanpa menyudutkan pihak media, sehingga keseluruhan naskah lebih kuat dari sisi jurnalistik.

(*)

Tags