Diduga Ketua Iwoi Jepara Menyalahgunakan Serta Mencoreng coreng Lembaga
Diduga Ketua IWOI Jepara Menyalahgunakan Serta Mencoreng-Coreng Lembaga
Jepara, Rabu (29/7/2026) sosok nama oknum wrasawan ED atau yang lebih dikenal dengan nama Edi Putra yang berdomisili di kelurahan jobokuto yang melalang buana di dunia sosial, Yang berawal dari Tukang dempul Mobil berubah haluan 180 derajat menjadi sosok wrasawan dan ketua lembaga media IWOI Jepara.
Sangat pengen
sekali menjadi ketua lembaga media Iwoi diduga untuk bamper dan alat gendruwo serta alat pencairan ekonomi sehari-hari.
Nara sumber sebut saja S berkata Ed mendatangi dengan beberapa anggota IWOI ke Salah satu SPPG dengan niat menawarkan Ipal dan tidak berhasil lalu diduga mengintervensi SPPG agar anaknya bisa ikut kerja disitu.
Narsum O menceritakan kejadian Ketika Ed diduga menjelma menjadi gendruwo ber KTA media di proyek jembatan salah satu desa dan diduga mendapatkan poin yang lumayan, Karena belum pernah jadi ketua lembaga ED yang berbadan sedikit Tambun dan selalu memakai sepatu cat yang udah agak kusam dan memudar warnanya terlihat selalu pengen tampil didepan dan terlihat wibawa.baru jadi ketua lembaga sedelok wae otoriter, sok perintah dan gila penampilan , asale rambut beruban karena umur sak iki di semir ireng ujar narsum O dengan nada kesal dan sedikit kecut raut mukanya. gaya kayak bos besar tebar pesona dan butuh penghargaan,Tapi endinge cuma seumur jagung dan para anggota mundur. Dan sekarang bingung cari pengakuan kesana kemari, Mbok sadar diri dan taubat pumpung durung terlambat ujar narsum lainya yang tidak mau disebut namanya karena takut dipecat dari IWOI pada saat mereka masih menjadi anggota dan rata-rata mereka udah tidak betah dan keluar dari IWOI.
Bukan hanya itu saja tindakan ED yang diduga menggunakan IWOI untuk jadi bamper dan diduga menjadi beking Mafia solar, Miras Ilegal, Intervensi dapat jatah elpiji 3 kg untuk dijual lagi, Meminta imbalan uang kedinas-dinas setiap dapat temuan data dilapangan. Bukan hanya itu saja oknum wratwan ED diduga sering mendatangi galian-galian ilegal dan meminta poin 30 rb sampai 50 rb untuk berdua, Ad a kejadian lucu menurut narsum yang tidak berani disebut namanya menceritakan ED warga jobokuto mendatangi tambang galian c ilegal di mayong, ED meminta poin dan dikasih 30 rb marah-marah dan bilang Kasad Polres Jepara dan pak Kasad bilang, Kamu ED kan udah dapat kok malah bawa-bawa nama saya ujar narsum sambil tertawa. Dan ada kejadian lucu pas ED udah kebelet tidak punya rokok dia ED keliling dan mendatangi salah satu tambang ilegal dan dikasih poin 50 rb untuk dua orang malah ED marah-marah ujar narsum sambil tertawa termehek-mehek.
Yang Lebih ngeri lagi lewat beberapa narsum dan juga tiktok yang sudah beredar luas diudara, ED mendatangi dengan 3 anggota IWOI yang terlihat divideo untuk melaporkan Mobil BB pengangsu solar yang ketangkep dan dibawa ke polres Jepara, Eeeh selang beberapa hari Edi Putra datang ke Polres Jepara dengan diam-diam dan tengak-tengok kanan kiri agar tidak ketahuan anggota IWOI yang lain untuk membuat pernyataan dan membebaskan Mobil BB pengangsu solar diduga atas nama lembaga IWOI tanpa sepengetahuan anggota yang lain.
Yang lebih aneh dan ajaib sekali dan diluar logika berpikir kita sebagai rakyat biasa, Kok bisa ED membebaskan Mobil yang jadi BB. Apakah sosok ED ini sosok orang kuat dan kebal hukum, Ataukah ada beking yang sangat kuat seperti orang-orang besar di jakarta. Ataukah-ataukah pertanyaan yang berkecamuk dan diluar nalar. Dan ini juga jadi Pr polres Jepara;kok iso alat BB iso metu tanpa prosedur proses persidangan dan hanya modal selembar kertas yang di duga tandatangani ED Hal ini seharusnya pihak polda ataupun BPH Migas menyelidiki tindakan-tindakan seperti ini biar tidak berulang-berulang terus.
Media sorotnuswantoro