Diduga Pelaku Penipuan Dan Penggelapan Jasa Perpanjangan Bpkb Mobil
Diduga Pelaku Penipuan Dan Penggelapan Jasa Perpanjangan BPKB Mobil
Jepara, (28/12/2025) Diduga oknum pekerja lepas bagian penggesekan no rangka kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4 di kantor Samsat Jepara.
Karena oknum sebut saja" FR " yang berdomisili di Desa Langon dulu bekerja sebagai tukang gesek no rangka mesin dikantor Samsat Jepara, Banyak orang percaya untuk menggunakan jasa "FR "yang Nyambi jasa perpanjangan STNK kendaraan roda 2 maupun roda 4.
Pada saat ada program pemutihan dari pemerintah berkisar pada akhir tahun 2024, Banyak sekali masyarakat memperpanjang kendaraanya dan menggunakan jasa oknum harian lepas Samsat Jepara yaitu si "FR "warga Desa Langon.
Salah satu Nara sumber yang tidak mau di sebut namanya sebut saja "KH" ikut menggunakan jasa "FR' untuk memperpanjang STNK mobilnya lewat perantara "PR' warga kelurahan karang kebagusan.pada saat sekitar bulan Juni "KH" menyerahkan uang untuk DP perpanjangan STNK mobilnya sebesar Rp 2500.000 lewat "PR" sebagai perantara ke "FR" karena sebagai mitra dalam perpanjangan STNK kendaraan Bermotor.
"KH" menunggu hampir 1 tahun lebih sampai sekarang balik nama dan perpanjangan STNK mobilnya belum jadi sampai sekarang.
Sampai akhirnya muncul di medsos tentang oknum "FR" yang telah memakan korban puluhan orang dan kerugian ratusan juta rupiah.
Sebelum kejadian viral di medsos si "FR" meminta tambahan sisa uang pelunasan lewat 'PR" yang menelpon dan meminta "KH" melunasi sisa kekurangan dengan mengatakan bahwa perpanjangan STNK Mobilnya udah jadi.
Ditunggu sampai 1 bulan belum jadi dan malah "FR' viral di medsos. "KH" mencoba bertanya dan mencari jawaban dari kasus "FR".dan bertemulah "iW" lewat bantuan anggota Polres Jepara yang menjadi pegawai di kantor Samsat Jepara. "iW" ternyata mitra "FR" yang bagian perpanjangan luar kota.dari keterangan "iW" uang DP dari "KH" Rp 2500.000 yang diserahkan ke "iw" hanya Rp 1500.000 dan waktunya berselang 2 bulan setelah penyerahan uang DP, Dan waktu itu juga disaksikan oleh "FR".
Sampai sekarang"FR" kalau dikontak lewat sambungan Wa selalu menjawab akan saya ganti saya lagi bekerja ucap "FR", Dari perjalanan waktu dari Narsum yang tidak berani disebut namanya ternyata ada juga anggota Polres Jepara yang menjadi korban "FR" dan jumlahnya hampir puluhan juta.
Dengan terbitnya berita ini "KH' juga akan melakukan pelaporan ke Polres Jepara agar si "FR" segera di proses dan ditangkap karena Udah meresahkan masyarakat Jepara dan mengganggu kondusifitas, Karena udah memakan banyak korban.dan kita sebagai masyarakat menghimbau kepada Polres Jepara untuk segera menangkap dan memproses "FR" yang telah meresahkan masyarakat Jepara.
Media Sorotnuswantoro