Belasan Tahun Tanpa Aspal Warga Campaka Sumenep Menjerit: Jalan Kabupaten Rusak Parah Renggut Nyawa Korba

Belasan Tahun Tanpa Aspal Warga Campaka Sumenep Menjerit: Jalan Kabupa
29-Jan-2026 | sorotnuswantoro Sumenep

SUMENEP – Kesabaran warga Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kian menipis. Selama belasan tahun terakhir—setara tiga periode Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)—jalan kabupaten yang melintasi desa tersebut tak pernah menyentuh pengaspalan.

Jalan penghubung Dusun Jampareng Daja hingga Dusun Jampareng Laok sepanjang kurang lebih 6 kilometer itu kini lebih mirip lintasan ekstrem daripada fasilitas umum. Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat lebih dari 10 titik kerusakan parah yang kerap memicu kecelakaan tunggal, bahkan hingga merenggut korban jiwa.

Gotong Royong di Tengah Status “Anak Tiri” Pembangunan

Ironisnya, di tengah kemajuan zaman pada tahun 2026, warga terpaksa melakukan perbaikan swadaya dengan menambal lubang jalan menggunakan tanah. Langkah darurat tersebut dilakukan demi mengurangi risiko kecelakaan, meskipun kesadaran hanya bersifat sementara dan akan kembali rusak saat musim hujan.

Pemerintah Desa Campaka menegaskan tidak tinggal diam. Berbagai upaya administratif dan birokrasi terus dilakukan meskipun proses yang dirasakan di tingkat kabupaten berjalan lamban.

“Kami tetap konsisten memperjuangkan aspirasi. Usulan pengaspalan jalan ini sudah kami masukkan dalam DURKPD hasil Musrenbangdes tahun ini. Data juga telah terinput dalam sistem SIPD-RI dan akan kami kawal ketat mulai dari verifikasi OPD terkait hingga Musrenbang Kabupaten 2026,” tegas Penjabat Kepala Desa Campaka, Mohammad Zainal, SE.

Jalan Vital, Tapi Tak Jadi Prioritas

Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Campaka, Moh. Mokid, yang menilai jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian sekaligus jalur keselamatan warga. Dengan panjang 6 kilometer dan lebar sekitar 3 meter, ruas Jampareng Daja–Jampareng Laok memiliki status sebagai jalan kabupaten yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan melalui APBD Sumenep.

“Masyarakat sudah jenuh, bosan, dan gelisah terus menunggu. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi menyangkut keselamatan nyawa. Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep memprioritaskan pembangunan jalan ini karena statusnya jelas jalan kabupaten,” ujar Mokid.

Kini, warga hanya bisa menggantungkan harapan pada hasil Musrenbang 2026. Akan mewujudkan masyarakat Desa Campaka kembali menguap di meja birokrasi, atau justru tahun ini menjadi momentum di mana aspal akhirnya menyapa tanah Jampareng?

Tags