Bentrok Dua Genk Di Ngilir Kendal Picu Kerusakan Rumah Dan Korban Luka
Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar
KENDAL — Bentrok dua kelompok genk di Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, memicu kerusakan rumah warga dan menyebabkan sejumlah orang mengalami luka. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dan sempat membuat panik warga setempat.
Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan, bentrokan terjadi saat kedua kelompok saling serang hingga masuk ke area permukiman warga. Akibatnya, beberapa rumah mengalami kerusakan akibat lemparan batu dan benda lainnya.
“Rumah warga rusak dan beberapa penduduk terluka terkena lemparan batu dan benda tajam,” ujar Kapolres didampingi Kasi Humas Polres Kendal IPTU Deni Herawan di Mapolres Kendal, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian serta para korban untuk melakukan pendataan dan menggali keterangan terkait insiden tersebut.
“Saat ini kami tengah melakukan identifikasi dan tindak lanjut penyelidikan. Kami juga mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap pelaku yang terlibat,” jelasnya.
Kapolres mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan potensi konflik atau kerawanan tawuran di lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga keamanan.
“Kami berharap masyarakat proaktif melapor. Bisa melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat agar cepat ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, para korban yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit kini telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah kondisi mereka membaik.
Untuk mencegah kejadian serupa, Polres Kendal akan meningkatkan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada waktu rawan seperti akhir pekan dan dini hari.
“Kami akan mengintensifkan patroli dan melakukan evaluasi sistem pengamanan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Kapolres.
Dalam kejadian tersebut, warga sempat mengamankan satu orang terduga pelaku. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan tidak terbukti terlibat dalam aksi perusakan maupun penganiayaan.
Polisi juga masih mendalami penyebab bentrokan antar kelompok tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor pertemuan di jalan, pengaruh minuman keras, hingga kemungkinan adanya tantangan melalui media sosial.
Di ketahui, sebuah video bentrokan berdurasi sekitar 36 detik dan 38 detik beredar di media sosial dan menjadi viral. Rekaman tersebut memperlihatkan dua kelompok saling serang menggunakan senjata tajam dan kayu di Jalan Dewi Shinta hingga masuk ke permukiman warga.
Akibat kejadian itu, sedikitnya satu warga mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus mendapatkan penanganan medis. Polisi memastikan penyelidikan terus dilakukan hingga seluruh pihak yang terlibat dapat diungkap.(*)