Medan Berlumpur Tak Surutkan Semangat Tmmd Bangun Jalan Di Krangean
PURBALINGGA — Jalanan desa yang masih berlumpur di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, menjadi saksi semangat tak kenal lelah Satgas TMMD Kodim 0702/Purbalingga bersama warga. Di tengah medan yang sulit dilalui, pembangunan jalan tetap berjalan dengan penuh tekad.
Terik matahari yang mulai meninggi berpadu dengan kondisi tanah yang licin usai diguyur hujan. Namun, hal itu tak menyurutkan langkah para personel TNI dan warga. Bahkan, untuk memindahkan alat berat seperti mesin molen ke titik pengecoran, mereka harus mengangkatnya secara bersama-sama.
Beberapa anggota Satgas bersama warga tampak bahu-membahu memikul molen melewati jalan yang becek. Sepatu dan kaki mereka dipenuhi lumpur, langkah pun harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir. Meski demikian, tak ada keluhan yang terdengar—justru canda ringan mengiringi setiap langkah mereka.
Sertu Riyadi, anggota Satgas TMMD Kodim 0702/Purbalingga, mengungkapkan bahwa lokasi TMMD yang berada di perbatasan Desa Krangean dan Ponjen ini memang memiliki tantangan tersendiri. Medan yang berlumpur, berbatu, dan licin membuat pekerjaan harus dilakukan dengan ekstra kehati-hatian.
“Memang medan di sini cukup berat, apalagi setelah hujan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut justru semakin memperkuat semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Gotong royong menjadi kunci utama agar pekerjaan tetap dapat berlangsung dengan lancar.
“Kalau sudah dikerjakan bersama, semuanya terasa lebih ringan. Warga juga sangat membantu, sehingga pekerjaan bisa terus dilanjutkan,” tambahnya.
Pembangunan jalan desa ini menjadi salah satu sasaran utama dalam program TMMD, mengingat akses yang selama ini sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi serta keseharian warga.
Di balik jalan berlumpur dan medan yang menantang, semangat pengabdian terus menyala. Perlahan namun pasti, setiap langkah di atas tanah becek itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses yang lebih layak bagi masyarakat Desa Krangean.