Hanya Dikirimi Karung Pasir, Warga Pidodokulon Waswas, Kini Tanggul Bodri Jebol Rendam Tambak

Hanya Dikirimi Karung Pasir, Warga Pidodokulon Waswas, Kini Tanggul Bo
18-May-2026 | sorotnuswantoro Kendal , Jawa Tengah

Tanggul Bodri di Pidodo Kulon Jebol

KENDAL – Warga Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal mengaku waswas menyusul kondisi tanggul darurat Sungai Bodri yang hingga kini hanya diperkuat menggunakan karung pasir. Minimnya penanganan permanen dari pemerintah membuat warga khawatir tanggul jebol dan merendam permukiman.

Kekhawatiran itu mulai terasa setelah luapan Sungai Bodri pada Sabtu dini hari (16/5/2026) merusak puluhan hektare tambak bandeng dan udang milik warga setempat. Meski belum sampai masuk ke permukiman, luapan air sudah menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.

Kepala Desa Pidodokulon, Didik Prasetiawan, mengatakan hingga saat ini sudah ada tujuh pemilik tambak yang melaporkan kerusakan akibat luapan sungai tersebut. Menurutnya, kondisi kali ini sebenarnya belum sebesar banjir yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ada laporan dari tujuh pemilik tambak yang rusak. Bedah sungai Bodri kali ini tidak begitu besar, tidak seperti tahun-tahun kemarin. Kalau yang lalu kan debit di Bendungan Juwero kan sampai dua meter lebih itu merusak tambak ratusan hektare,” ujar Didik Prasetiawan, Minggu (17/5/2026).

Didik memperkirakan total kerugian akibat kerusakan tambak warga mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta. Ia menyebut, apabila debit air Sungai Bodri kembali meningkat drastis, dampak kerusakan bisa jauh lebih besar dan mengancam ratusan rumah warga.

“Kalau debit air di Bendungan Juwero itu mencapak dua meter lebih, kerusakan sawah dan tambak bisa ratusan hektare, dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Belum lagi, ratusan rumah warga juga akan terkena dampak,” jelas Didik.

Warga bersama pemerintah desa berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen pada tanggul Sungai Bodri. Selama ini, penanganan yang dilakukan dinilai belum maksimal karena hanya bersifat sementara menggunakan karung pasir.

Didik menegaskan, jika tanggul Sungai Bodri sampai jebol, sedikitnya 350 jiwa akan terdampak. Saat ini warga bersama pemerintah desa masih bergotong royong memperkuat tanggul darurat sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah.

“Kami sudah beberapa mengirim surat kepada Dinas PUPR, PSDA Jawa Tengah dan instansi terkait lainnya, namun dari laporan tersebut, hanya ditindaklanjuti dengan mengirim karung untuk membuat tanggul darurat,” tandas Didik.(*)

Tags