Kalau Dlh Demak Cuma Membalikkan Tangan Ada 2 Kemungkinan Main Mata Atau Takut.
Demak , sorotnuuswantoro.com - Kenapa Perusahaan Bulu Ayam Wajib Ditutup Kalau Gak Ada Izin dan Bau Busuk.
Tqnggapan pegiat sosial Demak memaparkan : Bau busuk = pencemaran udara . Baku mutu udara ambien di PermenLHK 22/2021 itu gak boleh ada bau menyengat. Kalau warga sampai muntah/pusing, berarti sudah lewat ambang batas.
Kenapa DLH Demak Gak Segera Nutup , ada Dugaan Modus Pembiaran.
Perusahaan dibekingi orang kuat/oknum aparat. Kadis DLH gak berani nutup karena takut dimutasi.
Kadis DLH gak paham regulasi atau sengaja ulur waktu. Ini pelanggaran UU 30/2014 Administrasi Pemerintahan .
Tanggapan tidak sesuai prosedur," yang kamu bilang itu contohnya: DLH cuma bilang "sudah kami tegur" atau "suruh pasang filter". Padahal tanpa izin,
Harusnya DLH Demak lakukan Sesuai Regulasi. Tahapan sanksi administratif di PP 22/2021 Pasal 508 itu jelas:
Kalau dari awal gak punya izin: Langsung lompat ke tahap 3 = Henti Paksa/Penutupan". Gak perlu tegur-teguran. DLH Demak yang cuma "menanggapi" berarti melanggar prosedur.
Kalau DLH Tetap Diam. Ini Jalur Hukum Buat Warga Poncoharjo.
Kadis laporkan. Gakkum KLHK. Balai Gakkum Jateng-DIY. Ini polisi-nya lingkungan hidup. Bisa pidana.
Ombudsman RI Jateng. Lapor maladministrasi "pembiaran pencemaran. tidak melakukan tindakan hukum" = pembiaran. UU 32/2009 Pasal 91 kasih hak warga gugat ganti rugi ke perusahaan + pejabat yang lalai.
Sesuai PP 22/2021 Pasal 512, usaha tanpa izin lingkungan wajib dihentikan. Kasih waktu 3x24 jam untuk segel. Kalau tidak, lapor Gakkum KLHK & Ombudsman atas dugaan pembiaran tindak pidana.
DLH itu bukan mediator. DLH itu penegak hukum lingkungan. Kalau ada pabrik tanpa izin + bikin sakit, tugasnya nutup, bukan diskusi. Kadis DLH yang gak nutup = bisa ikut jadi tersangka Pasal 112 UU 32/2009 "pejabat yang dengan sengaja tidak melakukan pengawasan".
( Windi )