Kolaborasi Rsud Dr Soewondo Kendal, Baznas Dan Kemenkes Percepat Penanganan Balita Stunting

Kolaborasi Rsud Dr Soewondo Kendal, Baznas Dan Kemenkes Percepat Penan
09-Jul-2026 | sorotnuswantoro Kendal , Jawa Tengah

KENDAL – Kolaborasi RSUD dr Soewondo Kendal, BAZNAS Kendal, dan Kementerian Kesehatan terus diperkuat untuk mempercepat penanganan balita stunting di Kabupaten Kendal. Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian Pangan Khusus Medis Khusus (PKMK), puluhan balita menjalani pemeriksaan menyeluruh guna mengetahui penyebab stunting sehingga penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pinere RSUD dr Soewondo Kendal, Selasa (7/7/2026).

Sebanyak sekitar 30 balita mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Seluruh peserta merupakan balita yang mendapat rekomendasi dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Kendal untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUD dr Soewondo Kendal.

Dokter Spesialis Anak RSUD dr Soewondo Kendal, dr. Loraine Harinda, Sp.A, mengatakan setiap balita menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan status gizinya sebelum diberikan penanganan.

"Setiap balita akan diukur berat badan, tinggi badan, dan disesuaikan dengan usianya untuk mengetahui kondisi sebenarnya sehingga dapat dinilai status gizinya. Selanjutnya dilakukan food recall atau penelusuran makanan yang selama ini dikonsumsi balita. Karena salah satu penyebab stunting adalah pemberian makanan yang kurang tepat komposisi gizinya oleh keluarga," ujar dr. Loraine.

Selain pemeriksaan status gizi, balita juga menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis anak. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan apakah balita mengalami stunting, gizi buruk, anemia, maupun penyakit penyerta lainnya yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dokter, balita akan diberikan makanan tambahan, termasuk susu dengan kandungan kalori dan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak," tambahnya.

Menurut dr. Loraine, seluruh balita yang mengikuti kegiatan akan menjalani proses screening secara komprehensif. Langkah tersebut penting agar penyebab stunting dapat diketahui sejak dini sehingga terapi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

"Penanganan anak stunting harus diketahui penyebabnya karena stunting tidak berdiri sendiri. Bisa disebabkan anemia, penyakit jantung bawaan, hipotiroid, maupun penyakit lainnya. Karena itu setiap anak harus diperiksa secara menyeluruh agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing anak," jelasnya.

Melalui sinergi antara RSUD dr Soewondo Kendal, BAZNAS Kendal, Kementerian Kesehatan, dan puskesmas di Kabupaten Kendal, diharapkan deteksi dini dan penanganan balita stunting dapat dilakukan lebih cepat sehingga mampu mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Program pemeriksaan terpadu ini menjadi wujud komitmen RSUD dr Soewondo Kendal bersama para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui pelayanan kesehatan yang komprehensif, edukasi gizi kepada keluarga, serta pemberian intervensi yang disesuaikan dengan penyebab stunting pada setiap balita.( )

Tags