Berani Baik, Berani Peduli: Mahasiswa Kkn Ajak Siswa Sampang Bersama Lawan Bullying

Berani Baik, Berani Peduli: Mahasiswa Kkn Ajak Siswa Sampang Bersama L
27-Aug-2026 | sorotnuswantoro Demak

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Malaka Posko 81 UIN Walisongo Semarang melalui Divisi Kesehatan Lingkungan melaksanakan program edukasi pencegahan bullying kepada siswa di tiga lembaga pendidikan di Desa Sampang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap di SD 1 Sampang, MI Raudlatussibyan, dan SD 2 Sampang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.

Kegiatan pertama dilaksanakan di SD 1 Sampang pada 6 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung pukul 09.30–11.30 WIB dan diikuti sekitar 50 siswa kelas 3, 4, dan 5. Selanjutnya, kegiatan serupa dilaksanakan di MI Raudlatussibyan pada 19 Agustus 2026 dengan melibatkan sekitar 70 siswa kelas 1 hingga 6. Rangkaian edukasi kemudian dilaksanakan di SD 2 Sampang pada 26 Agustus 2026, yang diikuti sekitar 80 siswa kelas 3, 4, 5, dan 6.

Program kerja bertema bullying ini dilaksanakan karena mahasiswa KKN melihat pentingnya memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai perilaku perundungan sejak dini. Dalam kehidupan sehari-hari, candaan antarteman terkadang dapat dilakukan secara berlebihan, seperti mengejek atau melakukan tindakan yang dapat membuat teman merasa tidak nyaman. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi bahwa perilaku bullying bukanlah sesuatu yang dapat dianggap sebagai candaan semata.

Kegiatan diawali dengan perkenalan seluruh anggota KKN kepada para siswa. Setelah itu, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, macam-macam bullying, dampak bullying, serta cara mengatasi dan mencegahnya. Penyampaian materi dilakukan dengan cara yang mudah dipahami oleh siswa sehingga mereka dapat mengenali tindakan bullying yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar mereka.

Tidak hanya melalui penyampaian materi, mahasiswa KKN juga mengemas edukasi dengan berbagai kegiatan yang lebih interaktif. Para siswa diajak menyaksikan drama mengenai bullying, pembacaan puisi bertema bullying, serta video lagu tentang bullying. Cara tersebut dilakukan agar siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga dapat memahami gambaran mengenai dampak bullying melalui berbagai bentuk penyampaian.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Saat drama ditampilkan, para siswa tampak menikmati dan tertawa melihat adegan yang diperankan oleh mahasiswa KKN. Kegiatan juga semakin interaktif ketika siswa diajak maju ke depan untuk memperagakan gerakan yang terdapat dalam lagu bertema bullying. Para siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias dan berani tampil di depan teman-temannya.

Namun, suasana berubah menjadi lebih emosional ketika mahasiswa KKN membacakan puisi tentang bullying. Salah seorang siswa bahkan terlihat menangis setelah mendengarkan puisi tersebut. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang berkesan bagi mahasiswa KKN karena menunjukkan bahwa pesan mengenai dampak bullying dapat menyentuh perasaan siswa.

Setelah penyampaian materi, drama, puisi, dan kegiatan lainnya selesai, mahasiswa KKN memberikan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan pengalaman atau hal-hal yang mereka ketahui berkaitan dengan bullying. Menariknya, tidak semua siswa menyampaikan cerita secara langsung. Beberapa siswa memilih untuk menuliskan cerita mereka melalui selembar kertas dan menyerahkannya kepada mahasiswa KKN.

Melalui sesi tersebut, mahasiswa KKN berusaha memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan maupun pengalaman yang mungkin sulit diceritakan secara langsung. Hal ini sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajak siswa memahami bahwa ketika mengalami atau melihat tindakan bullying, mereka tidak perlu memendamnya seorang diri.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN juga memberikan pesan kepada para siswa untuk tidak melakukan bullying, berani mencegah tindakan bullying, serta melaporkan kepada guru atau mahasiswa KKN apabila melihat maupun mengalami tindakan bullying. Para siswa diajak untuk membangun sikap saling menghargai, peduli terhadap teman, dan tidak menjadikan kekurangan atau perbedaan sebagai bahan untuk mengejek orang lain.

Pihak guru yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan respons positif terhadap program edukasi pencegahan bullying yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Program tersebut dinilai bermanfaat bagi siswa karena memberikan pemahaman mengenai bullying dan mengajak anak-anak untuk lebih berhati-hati dalam bercanda maupun berinteraksi dengan teman.

Bagi mahasiswa KKN Malaka Posko 81, kegiatan tersebut bukan sekadar penyampaian materi, tetapi juga menjadi upaya untuk menanamkan keberanian kepada siswa dalam bersikap baik dan peduli terhadap sesama. Mahasiswa berharap edukasi yang telah diberikan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan pertemanan.

Melalui semangat “Berani Baik, Berani Peduli”, mahasiswa KKN Malaka Posko 81 UIN Walisongo Semarang berharap seluruh siswa di SD 1 Sampang, MI Raudlatussibyan, dan SD 2 Sampang dapat bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari bullying.

Penulis: Fajar Gilang Firmansyah

Tags