Operasional Sppg Bawang Batang Resmi Di Bekukan
Layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, resmi dihentikan sementara selama 30 hari. Sanksi tegas ini dijatuhkan buntut dari insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Kepala KPPG Semarang, Hadiriajaya, menegaskan bahwa pembekuan izin operasional ini masuk dalam klasifikasi suspend berat mengingat skala korban yang mencapai ratusan orang. Keputusan tersebut diambil setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak ke lokasi bersama Penjabat Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan.
"Melihat banyaknya jumlah korban, ini masuk kategori suspend berat. Jika dalam proses evaluasi lanjutan ditemukan pelanggaran regulasi yang fatal, status pembekuan ini bisa berubah menjadi penutupan permanen. Kepala Badan Gizi Nasional bahkan sudah menutup permanen empat SPPG lain di Indonesia karena pelanggaran serupa," ujar Hadiriajaya saat meninjau lokasi SPPG di Kecamatan Bawang, Jumat (25/9/2026).
Langkah evaluasi total kini tengah bergulir. KPPG Semarang tidak hanya memeriksa dapur dan penerapan SOP di SPPG Bela Batang Sejahtera, melainkan juga memperketat pengawasan di seluruh SPPG lain di bawah naungan mereka guna mencegah tragedi serupa terulang.
Mengenai penanganan medis para korban, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batang. Hadiriajaya menyebut koordinasi mengenai pembiayaan serta opsi kompensasi lanjutan bagi korban saat ini sedang diajukan ke BGN pusat.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat dengan menjamin seluruh biaya perawatan medis para korban secara gratis. Selain menanggung biaya rumah sakit, pemkab juga menyalurkan bantuan logistik bagi keluarga yang harus mendampingi pasien selama masa pemulihan.
Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi masih menguji sampel makanan di laboratorium serta memeriksa higienitas proses pengolahan menu di dapur SPPG tersebut.