Eksternal Tak Jadi Tarik Unit, Negosiasi Dua Arah Yang Baik
Tadi malam, Rabu (1/10) sekitar pukul 23.00 WIB, setelah selesai mendampingi warga kurang mampu di Polres Metro Jakarta Barat, saya bersama dua rekan bergeser untuk ngopi di warung pinggir jalan.
Tidak lama kemudian, datang sekelompok saudara kita dari Indonesia Timur sebanyak 8 orang menggunakan mobil Fortuner. Mereka memperkenalkan diri sebagai pihak eksternal dari perusahaan pembiayaan kendaraan.
Mereka menanyakan siapa yang membawa unit yang saya pakai. Saya jawab bahwa saya yang membawa.
Mereka kemudian membuka data dan menyampaikan bahwa unit tersebut tercatat masih ada tunggakan angsuran di perusahaan pembiayaan. Mereka berniat melakukan penarikan unit dan meminta kami untuk ikut ke kantor pembiayaan.
Saya menyikapi dengan tenang dan sopan. Kami berdialog dan bernegosiasi dengan kepala dingin. Alhamdulillah, mereka juga bersikap baik dan tidak beringas. Komunikasi berjalan dua arah, saling mengerti dan saling menghormati.
Hasilnya, persoalan dapat diselesaikan dengan baik, aman dan kondusif tanpa ada keributan.
Awalnya, saya mencoba menghubungi beberapa teman yang di jakarta dan tempat lain untuk konsultasi sebatas minta gambaran, namun karena kondisi tengah malam sudah pada istirahat, kontak Personya sudah pada off semua
Terima kasih untuk semua pihak yang sudah bersikap profesional.
Selanjutnya saya akan menindaklanjuti data tersebut langsung ke manajemen perusahaan pembiayaan. Akan saya konfirmasi secara resmi mengenai jumlah tunggakan, atas nama siapa krediturnya, dan status hukum unit tersebut agar semuanya memiliki kepastian hukum dan tidak menjadi polemik di kemudian hari.
Eli Sahroni - KING BADAK
BADAK BANTEN PERJUANGAN
Penjaga Marwah Tanah Jawara.