Diikuti 717 Peserta, Ukt Taekwondo Kendal Jadi Momentum Cetak Atlet Berprestasi Dan Berkarakter

Diikuti 717 Peserta, Ukt Taekwondo Kendal Jadi Momentum Cetak Atlet Be
19-Oct-2026 | sorotnuswantoro Kendal , Jawa Tengah

KENDAL – Sebanyak 717 taekwondoin mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Periode III Tahun 2026 yang digelar Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Kendal di GOR Bahurekso, Kota Kendal, Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan atlet untuk meningkatkan kemampuan bela diri sekaligus membentuk karakter, kedisiplinan, dan sportivitas sejak dini.

UKT tersebut bertujuan menguji, mengukur, dan mengevaluasi kemampuan fisik, teknik, serta mental peserta sebelum naik ke tingkat sabuk berikutnya. Melalui proses ini, para taekwondoin diharapkan tidak hanya semakin terampil, tetapi juga memiliki sikap tanggung jawab dan rasa hormat kepada orang tua, pelatih, serta sesama atlet.

Sebanyak 717 peserta mengikuti ujian dalam enam sesi, dengan tingkatan sabuk mulai dari putih polos, kuning strip hijau, hijau polos, hijau strip biru, biru polos, hingga biru strip merah.

Kegiatan tersebut dihadiri sesepuh Taekwondo Kendal, Master Suroso. Sementara itu, penguji dari Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah adalah Master Siti Rochmah, pemegang sabuk DAN VII, bersama jajaran pengurus Pengkab TI Kendal.

Kenaikan Sabuk Harus Diiringi Peningkatan Karakter

Ketua Pengkab TI Kendal, Wibowo Heru Setiyawan, menegaskan bahwa UKT bukan sekadar proses untuk memperoleh sabuk baru. Menurutnya, kenaikan tingkat harus diiringi peningkatan sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, dan rasa hormat.

"Ingatlah, sabuk boleh naik, tetapi sikap, disiplin, dan prestasi juga harus meningkat. Jadilah atlet yang rendah hati, hormat kepada orang tua dan pelatih, serta mampu membawa nama baik keluarga, dojang, dan Kabupaten Kendal," tandasnya.

Heru juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pelatih, penguji, dan orang tua yang telah mendukung pembinaan taekwondo di Kabupaten Kendal. Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu anak-anak berkembang, baik dalam olahraga maupun pembentukan kepribadian.

"Kepada para orang tua, terima kasih atas kepercayaan dan dukungannya. Teruslah mendampingi putra-putri kita, karena keberhasilan mereka bukan hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari karakter dan akhlak yang baik," ujarnya.

Ia berharap pembinaan taekwondo di Kendal semakin maju dan mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang membanggakan daerah, bangsa, dan negara. Heru juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh, penuh percaya diri, jujur, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

"Kepada seluruh peserta, ikuti ujian dengan sungguh-sungguh, penuh percaya diri, selalu jujur, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas," ungkapnya.

TIBER Dukung Tertib Administrasi Kenaikan Tingkat

Sementara itu, penguji dari Pengprov TI Jawa Tengah, Master Siti Rochmah, menjelaskan bahwa pendaftaran dan administrasi UKT harus mengikuti ketentuan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), termasuk melalui platform digital Taekwondo Indonesia Berprestasi (TIBER).

"TIBER adalah platform digital resmi dari PBTI yang mengintegrasikan seluruh data taekwondoin di Indonesia. Mulai dari pendaftaran anggota, pendataan dojang atau klub, administrasi pertandingan, hingga pelaksanaan UKT kini semuanya beralih ke sistem digital melalui aplikasi ini," tandasnya.

Siti menjelaskan, proses administrasi kenaikan tingkat, mulai dari Geup atau sabuk warna hingga DAN atau sabuk hitam, diproses melalui sistem TIBER. Platform ini membantu memastikan data anggota dan riwayat kenaikan tingkat terdokumentasi secara terintegrasi.

Hasil kelulusan UKT akan tercatat secara nasional. Sertifikat resmi dari PBTI nantinya dapat diunduh dan dicetak, serta diverifikasi keasliannya melalui kode QR pada platform TIBER.

"Jadi data kenaikan tingkat peserta UKT akan tersimpan rapi dan berurutan secara digital, yang menjadi syarat mutlak jika ingin mengikuti kejuaraan resmi atau naik ke tingkat sabuk berikutnya," jelas Master Siti.

Karena itu, ia meminta seluruh Pengkab dan Pengkot TI di Jawa Tengah memastikan setiap jeja atau murid di dojang maupun klub masing-masing telah membuat akun dan terdaftar sebagai anggota TIBER.

"Jadi Akun TIBER jeje harus ditautkan dengan dojang atau club tempatnya berlatih agar pelatih atau pengurus dojang bisa mendaftarkan ke jadwal UKT terdekat yang diselenggarakan oleh Pengkab atau Pengkot setempat," imbuh Master Siti.

Melalui UKT yang diikuti ratusan peserta ini, Pengkab TI Kendal berharap pembinaan atlet dapat terus berkembang, tidak hanya dalam pencapaian prestasi olahraga, tetapi juga dalam pembentukan karakter. Dukungan pelatih, orang tua, serta administrasi yang tertib melalui TIBER diharapkan menjadi bagian dari upaya melahirkan taekwondoin yang berkualitas dan membanggakan Kabupaten Kendal.(*)

Tags