Kpm Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Di Lebak Selatan: Banyak Bulir Kuning Dan Bau Apek
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Lebak Selatan mengeluhkan kualitas beras bantuan pangan yang disalurkan Perum Bulog Lebak. Beras tersebut disebut berwarna kuning, terdapat batu-batu kecil, serta mengeluarkan aroma apek. Selain itu, setelah dimasak, tekstur nasi menjadi pera dan kurang layak konsumsi.
Bantuan beras dan minyak goreng tersebut merupakan pagu penyaluran bulan Oktober dan November 2025. Setiap KPM menerima 20 kg beras kualitas medium serta 4 liter minyak goreng kemasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dari beberapa desa di Lebak Selatan, keluhan yang muncul hampir sama: banyak bulir beras berwarna kuning, kotor, ditemukan batu kecil, serta aroma nasinya tidak sedap setelah dimasak.
“Iya nih berasnya kuning, kotor, seperti banyak dedak, apek lagi,” ujar Ani, KPM asal Desa Ciparahu.
“Berasnya kuning, setelah dimasak pera,” tambah Ujang, KPM dari Desa Cimancak, Kecamatan Bayah.
Sementara Mia, KPM di Desa Bayah Timur, menilai pemerintah seharusnya menyalurkan bantuan dengan kualitas lebih layak.
“Beras yang diberikan itu bersumber dari anggaran negara. Mestinya memberikan bantuan beras yang bagus. Kami bukan tidak bersyukur, tapi harusnya kualitasnya layak dikonsumsi,” ungkap Mia.
Sebagai informasi, bantuan pangan ini merupakan program penguatan ketahanan pangan nasional yang dikawal oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan disalurkan melalui Perum Bulog. Program ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran masyarakat, mengentaskan kemiskinan, mengatasi kerawanan pangan, menurunkan stunting, serta menjaga stabilitas harga pangan dan inflasi.
Namun demikian, Wahyu, petugas Perum Bulog Lebak yang dimintai tanggapan terkait keluhan KPM, tidak memberikan respon hingga berita ini diterbitkan.
(Riswan/Red)