Jangan Percaya Kepada Lalat Yang Suka Bunga
Siang itu di suatu tempat bertemu dengan wanita yang baru di kenal raisya namanya, dalam diskusinya membahas tentang misi yang di jalaninya, “ini tugas dari presiden”.katanya
Mengaku kerabat dekat dengan keluarga yang saat ini menjadi penguasa, kerja di salah satu lembaga negara, menjanjikan Vinansial besar kepada saya, semuanya dengan mudah tersampaikannya tanpa beban dosa. Namun semua terbantahkan oleh fakta yang bertolak belakang dengan logika.
Analoginya aku tidak akan percaya kepada lalat yang suka bunga, hingga akhirnya malam itu terungkap semua, aku dapat telepon dari orang yang mengaku ibu negara, menjanjikan harapan yang tak nyata , hati kecil ini berkata modus operandinya menawarkan uang besar mengharapkan fatamorgana dan mencari receh dugaannya.
Jiwa Inteljen ku meronta ronta aku mapping mencari informasi tentangnya, ternyata tak ada yang mengenalinya, dugaan ku dia adalah mafia yang menjual nama untuk keuntungan pribadinya. Sebelumnya sudah ku konsultasikan kepada mbah nope namanya, bliau mengungkapkan, “hati hati itu mafia”.ucapnya
Pengalaman berharga bahwa di jaman ini orang baik sudah tidak ada, hukumnya seperti hukum rimba kebersamaanya untuk saling membantai seperti rantai makanan yaitu makan di makan dengan urutan tertentu.