Ftbi Tingkat Provinsi Banten 2026 Resmi Dibuka, Sekda Lebak Tekankan Pelestarian Bahasa Ibu
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, secara resmi membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Banten, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (5/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Lebak Halson Nainggolan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Banten, serta seluruh pihak yang telah berkomitmen dalam menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu.
Menurut Halson, bahasa ibu memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas, sejarah, dan kebudayaan suatu daerah.
"Bahasa daerah bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan warisan nilai, kearifan lokal, serta cerminan jati diri bangsa," ujar Halson.
Ia menilai, penyelenggaraan FTBI menjadi momentum strategis untuk menjaga, merawat, sekaligus melestarikan keberadaan bahasa daerah agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. Karena itu, kegiatan FTBI diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibu, khususnya bahasa Sunda di Provinsi Banten.
"Melalui kegiatan ini, kita berharap generasi muda semakin mencintai bahasa daerah dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. Pelestarian bahasa daerah harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan," katanya.
Halson juga mengapresiasi para peserta yang telah berpartisipasi dalam FTBI Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah.
Ia berharap FTBI dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga mampu menjadi salah satu sarana efektif dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah di Provinsi Banten.
"Semoga Festival Tunas Bahasa Ibu ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga bahasa dan kebudayaan daerah agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi berikutnya," pungkasnya.
(Red)