Kbbjadi Tuan Rumah Peluncuran Hari Desa Nasional 2027 Dan Liga Desa Musim 2026 2027

Kbbjadi Tuan Rumah Peluncuran Hari Desa Nasional 2027 Dan Liga Desa Mu
12-Oct-2026 | sorotnuswantoro Bandung Barat

Cikalong Wetan, 10 Oktober 2026 – Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menjadi pusat perhatian nasional pada Sabtu, 10 Oktober 2026, berkat terselenggaranya peluncuran Hari Desa Nasional 2027 sekaligus penandaan dimulainya kompetisi Liga Desa musim 2026–2027. Kegiatan berskala besar ini berlangsung di Lapangan Panglejar, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalong Wetan, dan dipadati ribuan warga yang antusias menyambut agenda penting tersebut.

Pejabat Hadir dari Berbagai Tingkat Pemerintahan

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat tinggi negara maupun daerah, yaitu:

- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto

- Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria

- Anggota Komisi X DPR RI

- Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad

- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

- Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail

- Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail

- Serta Bupati Mojokerto, Bupati Purwakarta, Wakil Bupati Cianjur, Wakil Bupati Bandung, dan seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung Barat.

Pertandingan Pembuka Jadi Penanda Dimulainya Liga Desa

Salah satu agenda yang paling dinanti adalah pertandingan persahabatan sekaligus pembuka Liga Desa musim 2026–2027 antara tim Desa Cisomang Barat (Cikalong Wetan) melawan tim Desa Wangunsari (Lembang). Pertandingan ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan simbol kebersamaan dan semangat persatuan antarwarga desa.

Diharapkan, kompetisi ini dapat terus mendorong perkembangan olahraga di tingkat akar rumput, mempererat silaturahmi antarwarga, serta menjaring bibit-bibit atlet muda potensial yang selama ini tersembunyi di pelosok desa.

Bupati KBB: Desa Adalah Fondasi Utama Pembangunan Nasional

Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada KBB sebagai lokasi kegiatan berskala nasional tersebut.

"Merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Kabupaten Bandung Barat dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan yang memiliki arti penting bagi pembangunan desa dan pengembangan olahraga masyarakat Indonesia."

Menurut Bupati Jeje, desa memegang peran yang sangat strategis dan harus ditempatkan sebagai pelaku utama, bukan sekadar objek dalam kebijakan pembangunan. Pembangunan desa tidak bisa hanya berfokus pada aspek fisik semata, tetapi harus mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, serta pelibatan aktif masyarakat.

"Berbagai aktivitas kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi lokal, pelestarian budaya, hingga tradisi gotong royong tumbuh dan berkembang dari lingkungan desa.

"Liga Desa Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Bupati Jeje juga menekankan bahwa Liga Desa memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar ajang meraih kemenangan. Kompetisi ini adalah sarana membangun kebersamaan, menanamkan nilai sportivitas, dan membina generasi muda agar lebih berprestasi dan mencintai daerahnya.

"Liga Desa ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan atlet, terutama generasi muda, agar mereka memiliki kesempatan untuk berkembang, berprestasi, dan membawa nama baik desanya."

Desa Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Jeje juga menyambut baik rencana kerja sama antara Kementerian Desa dengan Indonesia Diaspora SME, SMEs Export Import & Development (I-SEED). Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas akses pasar produk unggulan desa hingga ke tingkat internasional.

Kabupaten Bandung Barat sendiri memiliki beragam potensi unggulan yang siap dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, hortikultura, peternakan, pariwisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif. Pengembangan potensi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan warga sekaligus membuka lapangan kerja baru di desa-desa.

"Desa memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi apabila potensi lokal dikelola secara optimal. Produk unggulan desa perlu didorong agar memiliki nilai tambah, daya saing, serta akses pemasaran yang lebih luas."

Komitmen Bersama Wujudkan Desa yang Maju dan Sejahtera

Bupati Jeje mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan desa memerlukan sinergi dari semua pihak — pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, pemerintah desa, dunia usaha, hingga masyarakat luas. Tidak ada satu pihak pun yang dapat menyelesaikannya sendirian.

"Pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi melalui program nyata, pendampingan berkelanjutan, dan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat."

Jeje pun mengajak seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama mewujudkan desa yang Maju, Mandiri, Sehat, Produktif, dan Sejahtera, sejalan dengan visi Kabupaten Bandung Barat: Amanah, Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

"Melalui kegiatan ini, pembangunan desa semakin berkembang, potensi ekonomi lokal semakin berdaya saing, dan olahraga menjadi salah satu sarana untuk melahirkan generasi muda yang berprestasi serta membanggakan daerahnya," Tandasnya.

Tags