Historia Perwira Gelar Diskusi 110 Tahun Jenderal Besar Soedirman

Historia Perwira Gelar Diskusi 110 Tahun Jenderal Besar Soedirman
31-Jan-2026 | sorotnuswantoro Purbalingga

Komunitas Historia Perwira menggelar diskusi memperingati 110 Tahun Jenderal Besar Soedirman. Sebagaimana diketahui, panglima TNI pertama itu lahir di Dusun Rembang, Desa Bantarbarang, Purbalingga pada 24 Januari 1916.

"Beliau wafat juga pada Bulan Januari, tanggal 29, tahun 1950 di Magelang. Jadi, malam hari ini kita berdiskusi mengenang keteladanan beliau pada bulan kelahiran dan wafatnya," ujar Gunanto Eko Saputro, founder Historia Perwira di Kedai Pojok Taman Kota, Kamis, 29 Januari 2026.

Menurut Gunanto yang menjadi pemantik pada diskusi tersebut, Soedirman adalah tokoh terbesar yang lahir di Purbalingga.

"Kita menyematkan beliau untuk nama jalan, gedung dan branding kota kita seperti Purbalingga Bumi Soedirman, Laskar Soedirman untuk julukan supporter Persibangga dan lainnya, maka penting bagi kita untuk belajar dari beliau," imbuhnya.

Menurutnya, banyak keteladanan dari Soedirman yang berasal dari keluarga sederhana, menjadi guru, pemimpin organisasi, tokoh masyarakat, menjadi tentara sampai jenderal besar.

Wafa, moderator diskusi dari komunitas Literasi Purbalingga menyebutkan putra pasangan Karsid dan Siyem itu dikenal luas sebagai patriot sejati. Beliau memimpin gerilya saat tubuhnya sendiri sedang 'berperang' melawan sakit.

"Jenderal Soedirman bukan sekadar nama dalam buku sejarah, Ia adalah simbol tentang bagaimana semangat bisa mengalahkan keterbatasan," ujarnya.

Bayu Kisnandi, aktivis Purbalingga menyebutkan generasi muda harus belajar dari cerita hidup Sang Jenderal. Menurutnya, Soedirman adalah teladan tentang kerja keras, perjuangan dan pengorbanan.

"Soedirman menjadi panglima TNI pada usia yang sangat muda, 29 tahun. Beliau wafat juga di usia masih muda, 34 tahun, setelah mengantarkan Indonesia lepas dari cengkeraman penjajahan Belanda," imbuhnya.

Soedirman juga tokoh yang penuh inspirasi. Saat tubuhnya sakit dan harus perang namun dilarang oleh dokternya, beliau menjawab : 'yang sakit adalah Soedirman, panglima tidak boleh sakit'.

"Itu menunjukan dedikasi luar biasa Soedirman kepada republik ini," imbuhnya.

Sodirman juga mewariskan semangat perjuangan dan kebajikan. Salah satu kata mutiaranya yang terkenal 'kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa'.

"Semoga tidak hanya menjadi kata bijak yang sering kita jadikan bahan story media sosial, tapi benar-benar kita resapi dan laksanakan," pungkasnya.

Salam Historia Perwira.

Tags