Kepala Smkn 1 Tulungagung Bungkam, Rumah Mewah Dan Proyek Rp2,2 Miliar Jadi Sorotan
TULUNGAGUNG – Upaya awak media untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala SMKN 1 Tulungagung kembali menemui hambatan. Kali ini, tim media mendatangi kediaman pribadi kepala sekolah yang dikenal dengan sapaan Bu Ning, namun tetap tidak berhasil bertemu secara langsung.
Kedatangan awak media pada Senin sore (25/5/2026) semula bertujuan untuk melakukan silaturahmi sekaligus meminta klarifikasi terkait sejumlah isu yang belakangan menjadi perhatian publik. Namun perhatian awak media justru tertuju pada bangunan rumah yang tampak megah dan baru berdiri, lengkap dengan kendaraan pribadi yang terparkir di halaman rumah.
Menurut informasi warga sekitar, rumah tersebut merupakan kediaman Kepala SMKN 1 Tulungagung yang diketahui baru menjabat kurang lebih dua tahun terakhir.
Saat awak media mencoba menemui penghuni rumah, pintu dibuka oleh seorang pria yang diketahui bernama Nurkozin, suami Bu Ning. Dengan nada tegas, ia langsung mempertanyakan maksud kedatangan wartawan.
“Cari siapa? Ada keperluan apa?” ucapnya singkat.
Meski awak media telah memperkenalkan identitas dan menjelaskan tujuan kedatangan secara baik-baik, permintaan untuk bertemu langsung dengan kepala sekolah tetap tidak dikabulkan.
“Kalau di rumah, beliau itu istri saya. Saya sebagai kepala keluarga berhak melindungi istri saya,” ujar Nurkozin kepada awak media.
Percakapan sempat berlangsung cukup alot selama beberapa menit. Pihak keluarga tetap meminta agar proses konfirmasi dilakukan di lingkungan sekolah, bukan di rumah pribadi.
Padahal, menurut keterangan awak media, upaya konfirmasi di sekolah sebelumnya juga telah dilakukan beberapa kali. Namun, setiap kedatangan selalu mendapat jawaban serupa dari pihak sekolah.
“Sedang rapat, ada tamu, dinas luar, hingga takziah,” ungkap salah satu awak media menirukan alasan yang kerap diterima saat hendak menemui kepala sekolah.
Situasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah publik. Sikap tertutup pihak sekolah dinilai menimbulkan kesan adanya upaya menghindari konfirmasi terkait sejumlah persoalan yang saat ini menjadi sorotan.
Salah satu isu yang ramai diperbincangkan yakni proyek pembangunan gedung Revit senilai sekitar Rp2,2 miliar di lingkungan sekolah. Proyek tersebut disebut-sebut diduga sempat berjalan tanpa kelengkapan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Selain itu, publik juga mulai mempertanyakan legalitas konsultan proyek hingga kualitas bangunan yang dikerjakan. Jika dugaan tersebut benar, maka pembangunan berpotensi melanggar ketentuan tata bangunan dan administrasi perizinan yang berlaku.
Sorotan terhadap SMKN 1 Tulungagung semakin menguat usai adanya kunjungan Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aris Agung Paewai, pada Kamis (14/5/2026).
Berdasarkan informasi dari sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan, disebutkan dalam kunjungan tersebut diduga terjadi teguran keras kepada pihak sekolah terkait penerapan keselamatan kerja atau K3 di area peternakan sekolah.
Namun hingga berita ini ditulis, pihak SMKN 1 Tulungagung belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan persoalan perizinan proyek, penerapan standar keselamatan kerja, maupun isu teguran yang beredar di tengah masyarakat.
Sikap tertutup tersebut justru semakin memicu perhatian publik terhadap berbagai persoalan yang kini menyeret nama sekolah tersebut. Tim media menyatakan akan terus melakukan upaya konfirmasi guna mendapatkan keterangan yang berimbang dari seluruh pihak terkait. (Bersambung)
(Frn)