Ahy Soroti Amanah Kekuasaan, Ekonomi Rakyat Hingga Netralitas Tni polri
KENDAL – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan sejumlah pesan penting dalam pidato politik memperingati 25 tahun Partai Demokrat. Mulai dari amanah kekuasaan, kondisi ekonomi rakyat, kerja nyata untuk masyarakat, hingga pentingnya menjaga netralitas TNI, Polri, dan aparatur sipil negara (ASN) menjadi sorotan AHY.
Pidato politik tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan 25 Tahun Partai Demokrat yang digelar pada Sabtu malam (5/9/2026). Pidato AHY kemudian dapat disaksikan masyarakat secara luas melalui stasiun televisi nasional pada Senin malam (7/9/2026) pukul 19.30 WIB.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, pidato politik AHY dijadwalkan berlangsung sekitar 30 menit dan disiarkan melalui delapan televisi nasional.
"Pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono bisa diakses melalui televisi nasional, pada Senin malam 7 September 2026, pukul 19.30 WIB, yang dijadwalkan sekitar 30 menit," jelas Herman, dikutip Senin (7/9/2026).
Dalam rangkaian peringatan 25 Tahun Partai Demokrat tersebut, turut hadir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan pendiri sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Sejumlah kader utama Demokrat juga hadir, termasuk para menteri dan anggota DPR RI.
Herman Khaeron menginstruksikan jajaran Partai Demokrat untuk menggelar nonton bareng pidato politik AHY di masing-masing kantor DPD dan DPC Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi kader untuk menyimak langsung pesan yang disampaikan AHY.
Dalam pidatonya, AHY menegaskan bahwa kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Menurutnya, kekuasaan bukanlah milik pribadi atau golongan yang dapat dimiliki selamanya, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
AHY juga meminta kader Partai Demokrat tidak hanya hadir di tengah masyarakat ketika momentum Pemilu. Kader didorong untuk konsisten memberikan solusi dan menghadirkan kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Pada sektor ekonomi, AHY menekankan pentingnya melihat kondisi riil masyarakat di lapangan. Pertumbuhan ekonomi secara makro, menurutnya, tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran karena masih terdapat keluarga yang merasakan tekanan ekonomi.
Sementara terkait kehidupan demokrasi, AHY menegaskan pentingnya menjaga netralitas TNI, Polri, dan ASN. Ketiga unsur tersebut diharapkan tidak dijadikan sebagai alat politik karena netralitas menjadi bagian penting dari semangat Reformasi 1998.
Partai Demokrat, lanjut AHY, berkomitmen terus mengawal jalannya pemerintahan. Kebijakan strategis yang dinilai baik akan didukung, sementara program yang belum sempurna akan terus didorong untuk diperbaiki agar memberikan dampak lebih besar terhadap kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kendal Windu Suko Basuki mengajak seluruh kader Demokrat di Kendal untuk menyaksikan pidato politik AHY yang disiarkan melalui stasiun televisi nasional.
"Apa saja yang nanti Bapak Agus Harimurti Yudhoyono sampaikan harus dipahami dan kita laksanakan," imbaunya.( )